Ini yang membuat saya serasa di rumah, serasa di tanah air sendiri, Indonesia. Lupa dengan dinginnya salju yang turun dua hari lalu, lupa dengan rambut-rambut pirang dan kulit-kulit pucat bertubuh jangkung, lupa dengan beragam bahasa yang silih berganti mampir di telinga, dan sejenak lupa dengan keju dan kentang. Kami, Ibu-ibu "dependent", Ibu-ibu yang datang ke satu kota kecil di Belanda untuk membersamai suami kami untuk melanjutkan cita-citanya. Atas nama cinta, kami datang ke kota ini, meninggalkan segala kenyamanan di tanah air, dan membangun satu kenyamanan baru di rantau. Ini salah satunya. Berkumpul, berbagi cerita, bertukar resep masak dan makan bersama, menjadi satu hiburan yang teramat menyenangkan untuk saya. Tentu saja kami bisa melakukannya di hari kerja, karena kami tak bekerja di luar sana. kami bekerja dengan jam kerja kami sendiri, kami belajar dengan jam belajar kami sendiri, hingga memungkinkan bagi kami tuk menentukan satu hari tuk ber...